Category "movie"

Film: Rahasia Sukudomas (1954)

"Rahasia Sukudomas" mengisahkan tentang benda ajaib berupa emas berpermata bernama Sukudomas, dan berkatnya Nyi Dosa bisa hidup 100 tahun. Kepada kedua anaknya, benda itu dijanjikan akan dibagi dua. Tapi, Pandankuning yang tamak ingin menguasai sepenuhnya. Dicarinya siasat untuk menyingkirkan adiknya, Pandanwangi (Risa Umami). Sukudomas ternyata terbang ketika hendak diambil. Pandangkuning juga terbang mengejar. Nyi Dosa minta Pandangwangi terbang juga untuk mengembalikan benda ajaib itu. Pandan...


selengkapnya



Film: Djula Djuli Bintang Tiga (1954)

"Djula Djuli Bintang Tiga" mengishkan tentang Sultan Darsa, yang biar telah memegang kerajaan Entah Berantah, tapi sultan Darsa Alam belum punya permaisuri. Berbagai usaha dan usulan Datuk Mangkubumi selalu ditolak. Ketika suatu kali sedang di Tamansari Asmara Cinta, sultan bermimpi ketemu puteri yang berkenan di hati. Setelah terjaga, diperintahkan agar mencari puteri yang nama dan tempatnya tak diketahui itu. Setelah hampir putus asa, akhirnya sultan menemukan sendiri puteri dalam impiannya it...


selengkapnya



Film: Abunawas (1953)

Bermacam ulah dilakukan oleh "Abunawas", yang konon hidup di masa pemerintahan Harun al Rasid. Dalam film ini dikemukakan antara lain bagaimana Abunawas tidak mau jadi kadi, lantas berpura-pura gila....


selengkapnya



Film: Jayaprana (1983)

"Jayaprana" mengisahkan tentang Perompak yang mengacau di kerajaan Buleleng, berhasil ditumpas oleh Jayaprana. Atas jasanya ini Jayaprana diangkat jadi panglima muda oleh Raja. Pengangkatan ini menimbulkan rasa tak senang panglima-panglima lain yang sudah lebih senior, tapi raja tetap kukuh pada pendiriannya.Jayaprana bahkan disuruh mencari istri sebagai pendamping. Layonsari yang dijadikan istri Jayaprana, ternyata ditaksir juga oleh Raja. Kesempatan ini digunakan oleh para panglima senior untu...


selengkapnya



Film: Damarwulan-Minakjinggo (Sebuah Legenda Majapahit) (1983)

"Damarwulan-Minakjinggo (Sebuah Legenda Majapahit)" adalah kisah di saat krisis Majapahit yang tengah menghadapi ancaman Adipati Blambangan, Minakjinggo, Damarwulan yang selalu diikuti dua punakawannya, Sabda Palon dan Naya Genggong, mengabdi di kerajaan Majapahit sesuai petunjuk kakek dan ibunya. Ia mengabdi di tempat pamannya sendiri, Patih Logender, untuk mengurus kuda. Dalam pengabdiannya ia amat menderita, karena dua putra patih, Layang Seto dan Layang Kumitir sangat membencinya. Putri pati...


selengkapnya