Review: Bride Wars
Emma (Anne Hathaway) dan Liv (Kate Hudson) merupakan sahabat sejak kecil, pada suatu ketika, mereka bersama keluarganya masing-masing mengunjungi Plaza Hotel, yang pada siang itu juga sedang dilangsungkan pernikahan pasangan bahagia, dan mereka pun akhirnya bertekad untuk bisa menikah di tempat tersebut kelak.
Klasik, dan tentu kita berfikir bahwa hal ini akan menjadi kenyataan, mereka menemukan pasangan yang cocok dan kemudian menikah, tetapi tidak untuk film ini, disuguhkan secara ringan, konyol, kocak dikit tetapi juga menyelipkan nilai-nilai positif, persahabtan sejati.
Settingan tempat yang menarik, terlebih untuk lokasi Liv yang selalu glamor, karena kedudukannya yang yang bagus di sebuah perusahaan terkenal, membuat dia selalu menginginkan kesempurnaan, dalam hal apapun termasuk di dalam hubungannya dengan Liv, gadis sederhana, seorang guru teladan di sebuah sekolah. Memiliki pasangan yang mencintai mereka dan bersedia menikahi mereka.
Liv dan Emmma secara kebetulan dilamar oleh pasangannya masing-masing, dan langsung mereka mencarikan tanggal yang tepat untuk melangsungkan pernikahan di Plaza Hotel, dengan bantuan seorang wedding Planner handal, Marion.
Pada awalnya Liv sudah di tetapkan di tanggal 6, dan Emma di tanggal 27 bulan Juni, tetapi karena kesalahan yang dilakukan bawahan Marion, Angela, membuat mereka berdua berada di tanggal yang sama, 6 Juni.
Emma dan Liv memutuskan salah satunya harus bisa memundurkan tanggalnya, karena mereka menginginkan salah satu sahabat mereka hadir untuk menjadi pengiring pengantin mereka, tetapi ternyata pada saat rehat yang telah di tentukan keduanya, keduanya tidak memutuskan apa yang harus mereka lakukan selanjutnya, hingga genderang perangpun dimulai.
Satu hal, film ini menyuguhkan perang dingin ala cewek banget yang memang mengundang tawa, perang antar pengantin ini menyebabkan pasangan mereka akhirnya jenuh juga, terlebih ketika satu sama lain mulai mensabotase agar pernikahan mereka terganggu, walaupun begitu, akhirnya merekapun masing-masing mulai merasakan kesepian karena telah menjauhi sahabatnya masing2x.
Hingga pada waktu pernikahan mereka, mereka tetap melangsungkannya di tempat yang sama, tetapi di ruangan yang berbeda, sehingga teman-teman mereka sendiripun binggung, untuk mengikuti acara pernikahan yang mana, hingga akhirnya Emma mendapatkan video yang ditayangkan diacara pernikahannya adalah video yang direkam pada sebuah acara sekolah disaat dia sedang mabuk berat dan melakukan hal-hal konyol. Liv memang yang memasukkan video tersebut agar di putar untuk mempermalukan Emma, tetapi dia telah meminta anak buahnya untuk menukarnya sesaat sebelum acara pernikahan mereka dimulai, sayang anak buahnya tersebut tidak melakukan amanatnya sehingga membuat Emma marah dan menyerang Liv saat prosesi pernikahan akan digelar.
Emma dan Liv bertarung sesaat, dan akhirnya mereka sadar hal itu tak perlu mereka lakukan, setidaknya orang-orang sudah tau apa yang dilakukan Emma dulu saat dia sekolah, dan membuat dia malu, bahkan di depan calon suaminya sendiri, calon suaminya kecewa, dan Emma menyadarinya, dia pun melihat apa yang terjadi diantara mereka sesungguhnya banyak perbedaan yang besar, kadang membuat rasa ketidak cocokan, dan Emma pun memutuskan hubungan mereka di depan Liv dan calon suaminya.
Liv-pun mencoba menghibur sahabatnya, dan walaupun teramat sedih, Emma bersedia menjadi pengiring pengantin Liv. Setahun kemudian, Emmapun telah menikah dengan adik Liv, yang ternyata telah menyukai Emma sejak dulu, dan mereka hidup bahagia, persahabatan mereka tetap terjaga, dan saling mengisi satu sama lain seperti dulu, bahkan kehamilan merekapun sama, dan kembali, tanggal kelahiran kedua anak merekapun bisa diprediksikan akan sama pula.
Film: Bride Wars
Note: Orang yang bisa menjadi sandaranmu adalah orang yang selalu ada disisimu… Sahabat sejati dan mereka akan selalu ada untukmu
Sponsor Review: The Best Movie Review
Rating: 



Popularity: 8% [?]



Bercerita tentang 3 orang pemuda pengangguran yang mempunya keinginan masing-masing. Jagad (Ringgo Agus Rahman) berkeinginan untuk membelikan mesin cuci buat ibunya yang kerja sebagai tukang cuci di kampungnya, Bayu (Mario Irwiensyah) berkeinginan untuk membuat lapak jualan buku dan majalah, Gareng (Opie Bahtiar) berkeinginan untuk membuat salon kecil-kecilan untuk adiknya…

